IKATAN ALUMNI STISIP YUPPENTEK TANGERANG

Forum Komunikasi antar Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek

Blogs

Atut dan Wahidin Bergerak Cepat

Posted by ADMIN ALUMNI on January 18, 2011 at 12:14 AM



SERANG - Kandidat gubernur yang akan bertarung di Pe­milihan Gu­bernur (Pil­gub) 2011 masih me­ngan­dalkan organ taktis-se­lain suara parpol-un­tuk meraup suara sebanyak-ba­nyaknya.


Or­gan taktis me­miliki mata rantai sampai ke tingkat ma­syarakat pa­ling bawah se­hing­ga dinilai efektif untuk men­­­­jaring suara.

Informasi yang dihimpun Radar Ban­ten, organ tak­­tis yang akan men­dukung pen­calonan Ratu Atut Chosiyah (in­cum­bent) dalam Pilgub 2011 ma­sih sama se­perti Pilgub 2006 yaitu Relawan Banten Bersatu (RBB). Di Kabupaten Lebak tepatnya di ge­dung Lembaga Penjamin Mutu Pen­didikan (LP­MP) Pasir Ona, Rangkasbitung, Minggu (12/12), RBB sudah melakukan konsolidasi yang dihadiri Ratu Atut Chosiyah serta Koordinator RBB Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah. Pada kesempatan di Lebak itu, Atut membagikan ribuan kalender kepada koordinator desa (kordes) RBB dan memberikan beasiswa kepada anak mereka.

Saat dihubungi kemarin, Tatu yang kini menjadi Wakil Bupati Serang tidak menjawab telepon Radar Banten meski sebelumnya sudah di-SMS. Sementara saat di Lebak, Tatu mengintruksikan kepada kordes dan korcam RBB untuk siap berperang menghadapi Pilgub 2011. Saat itu, Tatu mengamanahkan kepada kordes untuk merekrut minimal 5 tokoh perempuan, 5 tokoh pemuda, 5 tokoh masyarakat, dan mi­nimal 5 ulama, di setiap desa untuk memenangkan perta­rungan Pilgub 2011. “Kordes juga punya kewajiban me­laporkan semua kegiatan lawan politik kita yang dilakukan di desa tersebut,” ujar Tatu. Menurut Tatu, jika para rela­wan tidak siap kerja akan diganti dengan orang lain yang lebih siap.

Sementara di kubu kandidat Wahidin Halim (Walikota Tangerang) organ taktis yang diandalkan adalah ormas Pendukung Amanat Wahidin Halim (Pendawa) yang telah dibentuk di seluruh kota/kabupaten di Banten. Ormas ini telah secara masif dan sporadis menyebar, menempel, dan memasang atribut ber­wajah Wahidin di berbagai titik strategis, termasuk di angkutan umum. Selain Pen­dawa masih ada relawan Wahidin yaitu Gerakan Ama­nah Reformasi untuk Daerah (Garuda) Banten.

Sekretaris DPP Pendawa Banten Tony Wismantoro mengaku, ormas yang dipim­pinnya belum dapat dibilang sebagai tim sukses Wahidin Halim. Namun, ia tak mem­bantah bahwa gerakan or­masn­ya untuk menyukseskan Wahidin Halim untuk dipilih sebagai gubernur. “Saat ini, yang kami lakukan adalah mengenalkan sosok Wahidin di Banten. Kami berharap masyarakat mengenal dan memilih Wahidin pada Pilgub nanti,” kata Tony.

Selain Pendawa dan Garuda Banten ada satu lagi organ taktis yang pernah beriklan di media cetak serta mena­warkan Wa­hidin menjadi gu­ber­nur adalah Poros Per­ubahan Banten (PPB) yang diko­mandoi Manar Mas, aktivis pemuda Mu­ham­ma­diyah. PPB sering kali meng­kritik kebijakan Gubernur Ratu Atut Chosiyah.

Meski demikian, Manar Mas membantah jika PPB adalah organ taktis pencalonan Wahidin di Pilgub. Kata dia, PPB memiliki pandangan bahwa Wahidin perlu dita­warkan untuk memberikan per­ubahan kepemimpinan di Banten. “Keyakinan kami yang bersangkutan (Wahidin Halim-red) layak mengusung perubahan di Banten. Bagi kami Wahidin Halim adalah test case. Wahidin bagian dari perubahan Banten, tapi PPB bukan bagian dari Wahidin Halim,” tegasnya.


Jayabaya Belum Miliki Organ Taktis

Sementara itu, Bupati Mulyadi Jayabaya belum melakukan gerakan apa pun untuk mendukung rencana penca­lonan dirinya. Sampai saat ini, be­lum ada satu pun organ taktis yang dibentuk untuk meng­golkan pencalonan Jayabaya.

Ketika ditanya wartawan tentang komunikasi politik yang dilakukan Jayabaya dengan Walikota Tangerang Wahidin Halim, Jayabaya hanya tersenyum dan tidak memberikan kepastian de­klarasi. “Jika rakyat Banten menghendaki, Insyaallah,” ujar Jayabaya singkat.

Terkait isu yang beredar tentang kedekatannya dengan Wahidin, Jayabaya mengakui sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa orang yang  siap memajukan Banten. Namun, pembicaraannya belum mengarah pada pencalonan menjadi gubernur atau wakil gubernur. Tapi, lebih pada membangun kesepahaman politik bagai­mana melakukan perubahan terhadap nasib Provinsi Banten saat ini.

“Doakan saja biar saya sehat sehingga dapat membaktikan hidup saya bagi masyarakat Banten,” tegas Jayabaya.

Dihubungi melalui ponsel, orang dekat Bupati Mulyadi Jayabaya, Khoirul Umam menyatakan, organ-organ taktis yang ada di Lebak dari ber­bagai kecamatan sudah menyatakan dukungan terhad­ap Jayabaya. Namun, mereka belum terkoordinir dengan baik. “ Jayabaya masih fokus membaca situasi politik yang berkembang di ma­syarakat. Tapi, kalau bicara dukungan, berbagai elemen masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, dan ulama di 28 kecamatan pa­da 2010 secara resmi sudah menyatakan dukungan ter­hadap Jayabaya agar maju men­jadi kandidat gubernur,” ujar lelaki yang akrab disapa Mameng tersebut.

Mameng menambahkan, dukungan terhadap Jayabaya untuk maju tidak hanya berasal dari Lebak tapi beberapa partai politik sudah melakukan penjajakan.


sumber: www.radarbanten.com

Categories: Pemerintahan

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments