IKATAN ALUMNI STISIP YUPPENTEK TANGERANG

Forum Komunikasi antar Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek

Blogs

Informasi & Berita Alumni STISIP Yuppentek


Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.


 

view:  full / summary

Ingin Bahagia? Makan Ikan Saja

Posted by ADMIN ALUMNI on July 28, 2013 at 1:10 PM Comments comments (0)

Anda mau bahagia? Gampang. Banyaklah makan ikan. Adalah kandungan omega 3 dalam ikan yang akan membantu mengangkat mood bahagia itu. Sebuah penelitian di Finlandia menunjukkan mereka yang mengomsumsi lebih banyak ikan cenderung lebih rendah tingkat depresinya.

Penelitian lain yang dikutip situs seafoodservices.com.au mengatakan penduduk Jepang memiliki prevalensi depresi lebih rendah (0,12 persen) dibanding penduduk Selandia Baru. Rata-rata konsumsi ikan di Jepang adalah 67 kilogram per orang per tahun, sedangkan di Selandia baru, rata-rata konsumsi ikannya adalah 18 kilogram per orang per tahun (5,8 persen).

Sumber kebahagiaan itu datang dari kandungan omega 3 dan omega 6 yang ada dalam ikan. Selama ini gejala klinis pasien penderita depresi adalah rendahnya kadar omega 3 dan 6 dalam tubuh. Karena itu omega 3 dalam dosis tinggi mungkin digunakan untuk mengobati pasien penderita depresi.

Ikan yang paling banyak mengandung omega 3 adalah ikan yang masuk kategori berminyak, seperti salmon, sarden, mackerel, serta tuna. Namun, kebanyakan ikan lainnya juga banyak mengandung vitamin B6 dan B12 yang terlibat dalam produksi serotonin alias zat yang membantu timbulnya perasaan tenang. Makanan yang mengandung omega 3 bukan hanya membuat Anda merasa lebih bahagia, omega 3 juga baik bagi jantung dan otak.

Sumber omega 3 paling baik diambil dari ikan laut, bukan ikan budidaya air tawar. Itu karena omega 3 masuk ke dalam ikan lewat algae atau ganggang laut. Ikan budidaya umumnya mendapatkan makan butiran-butiran khusus yang biasanya tidak mengandung omega 3.


source : Republika

Makna Sebuah Pekerjaan (renungan)

Posted by ADMIN ALUMNI on July 28, 2013 at 1:00 PM Comments comments (0)

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”

Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.

 

Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.

 

”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”

Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,

”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

 

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.


Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.

Pencaker Online Diminati Pengujung Job Fair

Posted by ADMIN ALUMNI on June 11, 2013 at 10:10 PM Comments comments (0)

PENYELENGGARAAN Job Fair Kota Tangerang 2013 digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang di Mal TangCity 18-20 Juni, terdapat layanan Pencari Kerja Online bagi pengunjung yang ingin mencari kerja melalui media internet.

 

Layanan yang terbilang baru dan simpel ini mengundang antusias pengunjung job fair, Kamis (20/6). Terlihat puluhan pelamar mendatangi stand Pencaker Online. "Sebelum dibuka di job fair, jumlah pelamar yang tergabung dalam pencaker online sebanyak 3 ribu orang. Kini pasti bertambah banyak," kata Mochtar KA, Panitia Pencaker Online.

 

Data pelamar kerja pada Situs Pencaker Online Disnaker Kota Tangerang dalam 3 hari sejak tanggal 18-20 Juni pembukaan hingga pukul 12.23, jumlah pelamar kerja sebanyak 160 orang. Jumlah inipun terus bertambah setiap menitnya, melihat intensitas pelamar yang menggunakan fasilitas ini.

 

Pihak Disnaker Kota Tangerang menyediakan 3 perangkat komputer berfasilitaskan internet. Dibantu sejumlah petugas operator dari disnaker, pelamar mendapatkan kesempatan untuk masuk menjadi Anggota Pencaker Online yang dapat digunakan sebagai sarana mencari kerja dengan metode pelamaran kerja ke perusahaan melalui email.

 

Didalam sius Pencaker Online Disnaker terdaoat 125 perusahaan yang membuka lowongan melalui email kepada anggota pencaker online. Sementara jumlah lowongan yang tersedia sedikitnya 150 lowongan dari berbagai bidang pekerjaan.

Mahasiswa STISIP Yuppentek Bakti Sosial di Kecamatan Karawaci

Posted by ADMIN ALUMNI on July 14, 2012 at 9:40 PM

TANGERANG - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yuppentek merealisasikan program kuliah kerja lapangan (KKL) yakni bakti bakti sosial di wilayah Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Kegiatan yang berlangsung sejak 18 Juni-18 juli 2012 ini dilaksanakan 8 Kelompok KKL yang tersebar di sejumlah Kelurahan. Menurut salah satu mahasiswa STISIP Yuppentek dari Kelompok KKL 1 Abdurahman, bakti bakti sosial yang dilaksankan berupa penyuluhan dan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Diantaranya seperti kerja bakti, penanaman pohon, pengobatan, penyuluhan kesehatan, dan lain-lain. “Awalnya kita memberi penyuluhan untuk mengubah perilaku masyarakat agar mengerti pentingnya hidup bersih dan sehat, juga pendidikan. Setelah perilaku diubah, baru kita beri pelayanan,” katanya ketika ditemui di Posko Kelompok KKL 1, Gang Riska, RT 3/5, Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (15/7). Ia menambahkan, dalam satu kelompok ada sekitar 13 orang yang melaksanakan bakti social. Pelaksanaan kegiatan ini juga bekerja sama dengan pihak Kelurahan Karawaci, yang disepakati dalam MoU. “Kita berkeja sama dengan pemerintah dalam pelaksanaan bakti sosial ini. Seperti memberikan pelayanan puskesmas keliling,” tambah Abdurahman. Dipilihnya Kelurahan Karawaci sebagai sasaran KKL, menurut Abdurahman, karena masih banyak yang perlu dibenahi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. “Di kelurahan Karawaci banyak anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi dan lingkungan. Selain itu juga Kelurahan Karwaci merupakan lingkungan padat penduduk yang kebersihannya masih kurang terjaga. Untuk itu, kita turun kesini,” tandasnya. Sementara itu, Ketua RT 03 Ahmad Topik Hidayat, mengaku kegiatan para mahasiswa tersebut sangat membantu dan menyadarkan masyarakat. Di Kelurahan Kawaraci sendiri ada sekitar 6145 jiwa atau sekitar 1803 Kepala Keluarga (KK). “Pendidikan dan kesehatan memang menjadi masalah penting yang perlu diatasi. Tentu program-program dari mahasiswa STISIP Yuppentek ini sangat membantu kami,” paparnya.(RAZ)


Rss_feed